Pesawatturboprop N219 saat di-roll-out di hangar PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/12/2015).(Reska K. Nistanto/KOMPAS.com) BANDUNG (BeritaTrans.com) - Manajemen PT Dirgantara Indonesia (Persero) mengatakan total potensi kebutuhan pesawat N219 berdasarkan letter of intent atau memorandum of understanding mencapai Berikutlima pesawat buatan PT DI, yaitu N219 untuk komersil dan helikopter untuk militer seperti HX-5807, HX-4121, HX-3315, dan HX-5609. Pesawat N219 produksi PT Dirgantara Indonesia melakukan system navigation functional check. (Dok. Yang menjadi pusat ekshibisi adalah pesawat N219 Nurtanio. Diambil dari nama Nurtanio Pringgoadisuryo PTDI) Pesawat CN235-220 Maritime Patrol Aircraft (MPA) ini memiliki sejumlah keunggulan, yakni dapat lepas landas dengan jarak pendek, termasuk dalam kondisi landasan yang belum beraspal dan berumput, mampu terbang selama 8 jam dengan sistem avionik glass cockpit, autopilot dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar. PesawatN219 buatan LAPAN bersama PT DI (photo : Detik) TEMPO.CO, Bandung - PT Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) masih menyimpan rencana pengembangan sederet pesawat lainnya setelah sukses merancang pesawat N219 yang diperkenalkan perdana Kamis, 10 Desember 2015. "Selanjutnya, N234 untuk 50 penumpang. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa N219 dimaksudkan untuk mengambil pasar Twin Otter yang perlu digantikan baik dari segi teknologi maupun usia dalam melayani penerbangan perintis di Indonesia iQmkfyO.

pesawat perintis n219 buatan pt dirgantara indonesia yang berukuran